Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #latepost

Sabtu Bersama Bapak

Menikmati kelenggangan waktu dengan mendengarkan cerita Bapak masih menjadi hal paling favorit sepanjang hidup saya. Apa saja beliau ceritakan. Mulai dari cerita  masa kecil yang sejak saya masih kecil (pula) hingga sekarang hafal kenakalan-kenakalan Bapak dulu, cerita sekolahnya, sampai cerita berita politik bahkan kisah bertemunya Bapak dengan Ibu dulu. Semakin saya dewasa, tak jarang diskusi kecil hingga besar mengenai beberapa hal kami lalui. Dari yang sepele enye-menye kenapa mobil Avanza lebih banyak berseliweran di jalan daripada Xenia lantas sepanjang perjalanan 50 km kami kurang kerjaan menghitung mobil Avanza yang terlewati, hingga perdebatan topik di tiap menjelang lebaran soal kenapa 1 Syawal-nya Muhammadiyah dengan 'Pemerintah' suka beda. Selain bercerita, Bapak juga orang pertama yang mengenalkan saya dengan musik. Dibiasakan mendengarkan lagu anak-anak sejak sebelum sekolah, dikenalkan pada alat musik organ pada saat saya TK, hingga saat ini di rumah alat musik ...

#menuju20des

Ini adalah bukan pertama kalinya saya tergabung dalam suatu kegiatan yang bergelut dalam bidang sinematografi. #menuju20des adalah suatu proses dimana kreasi teman-teman penggerak seni di Banjarnegara khususnya, digalakkan, terutama dalam hal pemutaran film. Program ini dibuat menjadi serangkaian beberapa acara hingga puncaknya yaitu pada tanggal 20 Desember 2014. Keseluruhan rangkaian berupa pemutaran film dan diskusi di daerah Kali Palet Banjarnegara dan Khanza Banjarnegara serta mural untuk publikasi di beberapa titik kota. Hingga puncaknya tanggal 20-21 Desember 2014, diadakan Pesta Film Banjarnegara yang bertempat di Auditorium Kampus Politeknik Banjarnegara dengan tema ‘Efek Televisi’.

Hidup bahagia itu (tidak) sederhana.

Sesederhana jalan kaki dari stasiun lempuyangan ke bawah fly over di jam setengah lima sore bareng orang yang tepat. Bergandengan tangan nyebrang rel kereta bareng dan ngga diduganya bersamaan pesawat lewat di atas kami. Bergabung dengan penikmat sore dibawah jembatan, angkringan dan berbungkus-bungkus nasi kucing jadi saksi betapa senyum dari masing-masing kami begitu merekah.

Curhatan itu bernama rindu

19.19 15/08/2013 Selamat bertemu lagi, Purwokerto. Baru dua minggu aku meninggalkanmu. Tapi rindu belum juga muncul. Ah, iya. Ini terlalu cepat. Meskipun tidak ingin telat. Tapi ini sungguh terlalu cepat untuk rindu yang ada di rumah. Aku tak mengerti apa ini namanya. Harusnya perasaan ini ada saat aku jadi maba setahun silam. Tapi semua jadi keterbalikkan. Entahlah. Entah hanya karena alasan tekanan yang ada sekarang atau apa.

Ramadhan

Setiap tahun, Ramadhan akan menjadi bulan yang penuh cerita. Tahun ini, selain ngga puasa full di rumah karena (terlanjur) bantu di acara ospek jurusan, isi cerita tentang lini keluarga dan hati masih jadi pilihan.