Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #love

Jogsint. (Jogja's Internship Journal) #1

Jogja masih terlalu bersahabat. Setidaknya setelah hari ke-8 magang ini, walaupun waktu terasa cepat berlari, atmosfer yang membuat panjang umur tetap tercium. Ngomong-ngomong soal panjang umur, setelah baca profil kesehatan DIY yang terbaru ternyata provinsi ini menduduki 3 besar daerah yang punya angka harapan hidup tinggi loh. Tapi di lain halaman, angka kesadaran perilaku makan buah dan sayur disini masih rendah. Atas hal mengapa angka harapan hidup DIY bisa tinggi saya tidak bisa menspekulasi sendiri tapi saya rasa tidak melulu soal kesehatan yang dijadikan alasan. Tapi juga kebahagiaan. Sejauh ini kantor cukup membuat saya belajar banyak hal. Dari yang teoritis hingga yang berbau magis. Perasaan, misalnya. Pada 4 hari pertama kami (rombongan Unsoed dan tambahan dari Stikes Surya Global, Jogja) ditugaskan untuk mempelajari Pergub No. 47 Tahun 2008 tentang Struktur, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan Provinsi DIY. 'Halah' banget to? Iyalah, jelas. Rasanya kok lah-kan...

Jogsint. (Jogja's internship Journal) #Prolog

Assalammu'alaikum, Agustus. Selamat datang, Jogja. Terhitung mulai seminggu terakhir ini saya menetap di mantan-kota-impian-yang-masih-jadi-candu-dan-rindu-yang-menggebu. Yap. Meski Jogja pernah punya sticky story untuk saya, tapi tetap saja ia tak bisa lepas dari daftar destinasi paling ingin sering disambangi. Sekalipun itu hanya berkeliling jalanan atau duduk di angkringan pinggir jalan yang sebenarnya di Purwokerto pun sama saja demikian. Lalu kali ini saya datang bukan untuk mengenang apalagi mengulang cerita yang sama.

Aku rindu kita

Hai, semesta. Rupamu tak ubah mengagumkan, ya. Sulit diprediksi. Bahkan untuk merusuhi bagian krusial di dalam tubuhku ini. Ya, hati. Aku ingin bercerita bahwa... saat ini, aku sering menjadi kalut akan aspek waktu dan finansial, tugas dan kesempatan, sehat dan istirahat, sepi dan ramai. Pernah suatu kali aku melontarkan suatu tanya, which one better? Hemat waktu atau hemat uang? Salah satu sahabat menjawab dengan penyadaran bahwa uang itu bisa dicari, sedangkan waktu hanya ada saat ini. Jadilah jawaban pertanyaanku direalisasikan dengan menggilai waktu tanpa terlalu memikirkan pendukung finansialnya. Alhasil, aku seperti tertampar oleh yang aku bebankan sendiri. Ya, waktu. Karena dia aku rindu kita..