Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #motivasi

Tentang pilihan.

Prolog tentang basket sepertinya akan sama di setiap tulisan. Yang pasti adalah moodboster, kesenangan, penurun kolesterol. Hingga segala tentangnya, bisa mengalahkan prioritas yang lain. Selebay ini, gilak. Padahal aku ngga jago. Main aja udah. Kalau jago mah udah ditarik sama sahabat semarang. Hahaha.

Ditinggal.

Selama kurun waktu dua minggu terakhir udah dua kali dapat kabar temen ditinggal ibunya meninggal. Kedua temenku ini perempuan, satu generasi, dan sama-sama belum menikah. Ibunya meninggal karena sakit, tapi tetap saja terkesan mendadak. Tidak ada yang tidak jatuh sejatuh-jatuhnya ketika pintu surganya diambil Sang Kuasa. Apalagi, entah mengapa, selalu ada cerita lain dibalik jawaban pertanyaan kronologis ajal menjemput ibu mereka.

Depresi.

Setelah nonton video Gita pas baru-barunya berita artis Korea bunuh diri itu, setelah pagi tadi ikut perawat puskesmas kunjungan rumah ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa), dan setelah suatu hari bersama perawat yang sama disodorin kertas blangko "tes kejiwaan"...aku ingin sangat ingin menuliskannya.

Pekarya

Kemarin, pas lagi di sela leyeh-leyeh scrolling instagram, sampailah pada postingan terakhirnya salah satu blogger favorit, mba @pungkyprayitno. Mbaknya ceritanya abis dari Banjarnegara, nih. Tepatnya bertandang ke sentra kerajinan keramik di Kecamatan Klampok. Ini postingan terdiri dari beberapa foto yang menggambarkan pesona kerajinan keramik berikut proses pembuatan kerajinannya. Turut bangga juga Mbak Pungky mengenakan kaos dengan logo (baru) pariwisata Banjarnegara. Ya endorse sih kayaknya . Sekilas liat foto-fotonya juga apik dan epic . Menarik hati untuk men- double click a.k.a menyukai postingan tersebut. Apalagi karena ada kontribusi mempromosikan salah satu aset pariwisata dan kekayaan karya Banjarnegara.

social influence

Baru baru ini ada project kantor yang dimana aku punya posisi sebagai penanggung jawab. Ngeri. Horor. Lebih horornya lagi aku sempat merasa minder dan grogi karena teman-teman di Puskesmas lain sudah mengeksekusi program ini. Merasa sendirian karena mengira aku doang yang belum berhasil melaksanakan. Tapi ternyata aku nggak sepenuhnya harus merasa minder karena beberapa teman justru nyeletuk, " nggon aku yo rung dioprak-oprak dadi yo sante wae (tempat aku belum disuruh jadi ya santai aja)" Alhamdulillah, setelah melewati tetek bengek perurusan anggaran yang harus pakai miskom segala, setelah proses perekrutan member yang naik turun bikin mood ilang-ilangan, sampai juga di bulan penentuan program ini harus jalan. Sebenernya program apaan sih?

yang paling susah dari berjuang

Tingkatan orang kebanyakan selama hidup di Indonesia cenderung sama dan flat . Dari kecil sampai tua nyaris sama. Dari kecil, kita akan selalu menemui teman-teman sebaya yang punya guyonan se-receh cerita kartun di hari minggu pagi dan menganggap tetangga kita yang duduk di bangku SMA adalah mbak-mbak dan mas-mas yang sangat disegani dan diidolakan. Sampai-sampai setiap mereka lagi pelajaran olahraga dan lari-lari lewat depan rumah, aku adalah orang pertama yang lari ngibrit keluar teras buat nontonin mereka. Ya, seabsurd itu. Menuju gede dikit, teman main kita udah beda. Ada yang udah beda tontonannya, beda kesenangannya, beda hobinya, sampai prestasinya. Sejak SD aja udah keliatan gimana masing-masing dari kita punya andil tersendiri dalam menunjukan siapa diri kita. Ada yang udah dibibit unggulkan untuk jadi atlet, penari, penyanyi, guru, dokter (kecil), dan lain sebagainya. Dan nggak jarang beberapa dari mereka ini bisa konsisten melanjutkan bibit unggulnya itu sampai dewasa. Ad...

Sabtu Bersama Bapak

Menikmati kelenggangan waktu dengan mendengarkan cerita Bapak masih menjadi hal paling favorit sepanjang hidup saya. Apa saja beliau ceritakan. Mulai dari cerita  masa kecil yang sejak saya masih kecil (pula) hingga sekarang hafal kenakalan-kenakalan Bapak dulu, cerita sekolahnya, sampai cerita berita politik bahkan kisah bertemunya Bapak dengan Ibu dulu. Semakin saya dewasa, tak jarang diskusi kecil hingga besar mengenai beberapa hal kami lalui. Dari yang sepele enye-menye kenapa mobil Avanza lebih banyak berseliweran di jalan daripada Xenia lantas sepanjang perjalanan 50 km kami kurang kerjaan menghitung mobil Avanza yang terlewati, hingga perdebatan topik di tiap menjelang lebaran soal kenapa 1 Syawal-nya Muhammadiyah dengan 'Pemerintah' suka beda. Selain bercerita, Bapak juga orang pertama yang mengenalkan saya dengan musik. Dibiasakan mendengarkan lagu anak-anak sejak sebelum sekolah, dikenalkan pada alat musik organ pada saat saya TK, hingga saat ini di rumah alat musik ...

#menuju20des

Ini adalah bukan pertama kalinya saya tergabung dalam suatu kegiatan yang bergelut dalam bidang sinematografi. #menuju20des adalah suatu proses dimana kreasi teman-teman penggerak seni di Banjarnegara khususnya, digalakkan, terutama dalam hal pemutaran film. Program ini dibuat menjadi serangkaian beberapa acara hingga puncaknya yaitu pada tanggal 20 Desember 2014. Keseluruhan rangkaian berupa pemutaran film dan diskusi di daerah Kali Palet Banjarnegara dan Khanza Banjarnegara serta mural untuk publikasi di beberapa titik kota. Hingga puncaknya tanggal 20-21 Desember 2014, diadakan Pesta Film Banjarnegara yang bertempat di Auditorium Kampus Politeknik Banjarnegara dengan tema ‘Efek Televisi’.

Perjalanan

Memaknai perjalanan seringkali dilupakan banyak orang. Saya sendiri lebih suka menikmati tiap arah dan tujuan perjalanan dengan diam dan memasang headset lalu tidur, mengobrol jika ada teman, atau paling pol melamun sambil mata terlempar keluar jendela mobil. Sampai pada usia sudah mengharuskan untuk merantau ke kota tetangga, dan diseringkan pada rutinitas pulang kampung pada hampir di setiap masa kosong hari kuliah, saya jadi mempunyai banyak kesan kesiratan makna dari sebuah perjalanan.

Allah tidak akan memberimu kelebihan dan kekurangan atas dasar yang salah

Di rumah, sebagai anak kedua dari tiga, aku tidak merasa dipalingkan selama ini. Bukan cemburu atau melugu. Aku justru sangat menikmatinya. Ada yang lebih membahagiakan dari merasa dipunyai oleh Ayah yang super lucu dan tidak jarang seperti layaknya Mario Teguh di rumah, Ibu yang cantik dan baik serta pintar memasak, Kakak yang baiknya waktu kecil suka beliin aku kepompong dan gedenya bisa beliin aku sepatu, dan Adik yang--actually--lebih sering menyebalkan tapi ramenya ngangenin?

Times.

"Time is money" - entah siapa yang memulai menulis ini. Sebagaimana kita menghargai waktu, hanya sebanding dengan bagaimana kita menghargai hidup ketika kita sedang kere alias ngga punya duit sama sekali. Kutipan diatas tadi jelas kita hapal diluar kepala. Saking di luar kepalanya sampai hilang mengentah kemana perginya. Karena ada saja ditiap sepersekian detik suatu hari melaju sesuai iramanya, manusia-manusia di bumi ini mengeluh akan waktu yang kurang lantas memenjarakan prasangka baik akan rejeki yang dicukupkan.