Langsung ke konten utama

Prolog

salam action!
Sebenernya sih ini blog diprakarsai atas blog saya yang dulu sudah sangat usang banyak laba-laba berceceran dan tidak bisa dibuka lagi. Jadi, jangan heran ya kalau produksi tulisan disini ada yang pernah terpublish di lain media. Karena yang ada disini hanya segala hal kecil yang kadang terlewat karena kita berjalan terlalu cepat.
happy reading! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Mahasiswa Sehat dari Masyarakat

Mahasiswa bukan hanya kata ‘maha’ di depan kata ‘siswa’. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan rakyat biasa, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Karena kedudukannya, mahasiswa sendiri menjadi memiliki banyak peran dalam kehidupan bermasyarakat, tidak terlepas dari bidang mereka masing-masing.

Introduce.

Namaku Amidiana Araminta Aisyah. Kalau kepanjangan manggilnya Intan aja. Kalau masih kepanjangan manggilnya Ara aja. Kalau masih kepanjangan juga yaudah ngga usah manggil. Rumahku di Banjarnegara. Lebih tepatnya di Kutabanjarnegara. Kamu ngga tau Kutabanjarnegara? Yaudah cari di maps. Kalau kamu ngga tau maps, yaudah buka kamus dulu itu artinya apaan. Kalau ngga punya kamus, yaudah ngga usah kepo. Aku kuliah di Unjedir. Apakah arti dari Unjedir? Penasaran? Sama, saya juga~ Btw aniwei baswei, adeku satu, kakakku juga satu. Jadi satu satu aku sayang ibu.. dua dua aku sayang ayah. Aku cinta produk Indonesia. Tapi suatu hari temanku pernah bertanya, “Katanya kamu cinta produk Indonesia, tapi kok barang-barangmu branded luar negri semua?” Lalu aku menjawab, “Lho kan cinta tidak harus memiliki,”. Sekian. Saya Araminta, Wassalammu’alaikum~

Times.

"Time is money" - entah siapa yang memulai menulis ini. Sebagaimana kita menghargai waktu, hanya sebanding dengan bagaimana kita menghargai hidup ketika kita sedang kere alias ngga punya duit sama sekali. Kutipan diatas tadi jelas kita hapal diluar kepala. Saking di luar kepalanya sampai hilang mengentah kemana perginya. Karena ada saja ditiap sepersekian detik suatu hari melaju sesuai iramanya, manusia-manusia di bumi ini mengeluh akan waktu yang kurang lantas memenjarakan prasangka baik akan rejeki yang dicukupkan.