Langsung ke konten utama

Penegur

Sebagian besar dari kita akan selalu baru menyadari suatu hal itu baik ketika di akhir masa. Seperti halnya diingatkan untuk hati-hati ketika jalan, awalnya kita anggap basa-basi. Tapi ketika kita meremehkan itu, datanglah imbasnya. Bisa jatuh atau tersandung. Padahal sudah diingatkan secara baik-baik untuk hati-hati.

Seperti halnya diingatkan untuk mengerjakan suatu tugas tepat pada waktunya. Sering dari kita menganggap remeh dengan bergumam, "ah nanti saja". Padahal, sudah diingatkan untuk tidak menunda. Baru sadar tidak baiknya ketika di akhir waktu habis, semua serba sulit. Tugas menumpuk, istirahat kurang, terlebih tidak ada yang menemani. Yha.

Dan jika sekarang kau berada di sisi seseorang yang hobi menegur kebaikan, semenyebalkan apapun cara dia menyampaikan teguran itu, dengarkan. Karena pada dasarnya, memang orang lain yang berperan 'melihat' kita. Diri kita sendiri montirnya. Montir tidak akan bisa berjalan tanpa tau arah dan, terkadang, perlu navigator.

Maka bersyukurlah bagi yang masih memiliki semangat beribadah di awal waktu, bekerja di awal waktu, pun yang semoga bisa menjemput haknya di awal waktu. Dengan dampingan penegur yang selalu ada dan setia, dan kedekatan menuju-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Introduce.

Namaku Amidiana Araminta Aisyah. Kalau kepanjangan manggilnya Intan aja. Kalau masih kepanjangan manggilnya Ara aja. Kalau masih kepanjangan juga yaudah ngga usah manggil. Rumahku di Banjarnegara. Lebih tepatnya di Kutabanjarnegara. Kamu ngga tau Kutabanjarnegara? Yaudah cari di maps. Kalau kamu ngga tau maps, yaudah buka kamus dulu itu artinya apaan. Kalau ngga punya kamus, yaudah ngga usah kepo. Aku kuliah di Unjedir. Apakah arti dari Unjedir? Penasaran? Sama, saya juga~ Btw aniwei baswei, adeku satu, kakakku juga satu. Jadi satu satu aku sayang ibu.. dua dua aku sayang ayah. Aku cinta produk Indonesia. Tapi suatu hari temanku pernah bertanya, “Katanya kamu cinta produk Indonesia, tapi kok barang-barangmu branded luar negri semua?” Lalu aku menjawab, “Lho kan cinta tidak harus memiliki,”. Sekian. Saya Araminta, Wassalammu’alaikum~

Karena Mahasiswa Sehat dari Masyarakat

Mahasiswa bukan hanya kata ‘maha’ di depan kata ‘siswa’. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan rakyat biasa, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Karena kedudukannya, mahasiswa sendiri menjadi memiliki banyak peran dalam kehidupan bermasyarakat, tidak terlepas dari bidang mereka masing-masing.

Mas Bowo - Teman pesantren menulis yang keren bersama Perpusdes Merden

Namanya Arif Wibowo. Teman pesantren menulisku di merden kali ini lelaki jeblosan perangkat desa Merden. Lelaki yang biasa dipanggil Mas Bowo ini merupakan salah satu pengelola perpustakaan desa Merden. Perpustakaan ini tidak seperti perpustakaan desa, karena saking kerennya, seperti perpustakaan kampus kalau menurut saya.