Langsung ke konten utama

times out

Pada dasarnya bukan tugas-tugas kuliah ini yang memberatkanku untuk menetap di rumah malam ini, tapi lebih kepada karena rumah ini sendiri.
Family time, broooo! Buat anak kencur kuliahan kayak aku gini ya lagi lebih-lebihnya pengen punya waktu luang yang bisa pulang ke rumah asal dan bener-bener disambut dengan waktu dan kesempatan yang longgar. Waktu dan kesempatan buat apa yang selama di perantauan yang memang hanya berjarak satu setengah jam itu nggak aku dapetin. What the meaning of family, huh? Tujuan pulang saat lelah menerjang? Iya, actually.....

ah, kenapa sih musti ada tradisi gini disini? Kenapa selalu meninggikan yang sudah tinggi sedangkan kita selalu stuck ditempat yang sama? Kenapa bisa saling mengorbankan yang sudah tertata demi yang mendadak mengada-adakan acara? Kenapa harus disini? Kenapa nggak peka?
Itu semua pertanyaan entah yang kayaknya nggak akan bisa kejawab kejelasannya entah sampai kapan juga. Berkorban demi apa dan ngerusak mood semuanya. Aku yang bener-bener pengen punya spend time bareng orang rumah, tapi malah adanya dialokasikan buat yang ngga dirumah. Terus? Haruskah kuteteskan air mata di pipi? ;'(
Iya, kesel. Iya, kayak anak kecil. Tapi lumrah aja kali jadi gini akunya :(
Ah, rumah.. pernah terbesit pikiran tentang itu waktu sebelum aku boyongan sekitar dua bulan lalu. Mungkin aku bisa sangat rindu ini, karena ngga ada tempat senyaman rumah sendiri. Tapi mungkin juga aku bisa sama sekali ngga rindu ini karena terkadang isinya bisa lebih pait dari cokelat hitam. Dan saat ini, mengagungkan yang sebenarnya bisa teragungkan sendiri tanpa harus kita bercampur tangan. Astaghfirullah ra ngomong apa ih-..-
Aku takut. Bagaimanapun yang namanya keluarga itu segalanya, tempat berteduh dari masalah atau apapun. Aku cuma berharap perhatian itu bisa terparameterkan dengan baik. Lebih baik. Dan dilihat lebih jelas. Lebih terang. Jadi ngga ada yang terkorbankan hati dan pikirannya. Amin ;')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Andai aku jadi Ketua BEM

Pertengahan sampai akhir bulan November menjadi euforia yang menarik hati tersendiri bagi keluarga besar mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNSOED karena adanya Pemilihan Raya untuk Ketua BEM KBM KM periode selanjutnya. Kalau boleh berandai untuk mencalonkan diri jadi salah satu kandidat, sebagai mahasiswa dan yang pernah terjun langsung di kepengurusan sebelumnya, aku cenderung tidak mau muluk-muluk untuk hal yang membuat teman-teman mungkin bisa kebingungan sendiri karena—simpelnya—ngga paham sama bahasa-bahasa visi misi calon Ketua BEM yang begitu tingginya. Motivasi untuk mengusung visi misi emang jadi prioritas utama bagi setiap yang mau mencalonkan diri jadi Ketua BEM, tapi aku rasa kalau itu dari mulai bacanya aja bisa mempersulit, lalu apa kabar nanti ke depannya? Semoga aja sih calon yang ada bisa mempermudah penyampaian konkret dari yang ada ya. J

Generasi langgas dalam Wing Craft Expo

Menurut data BKKBN, kalangan usia produktif yang disini kita kerucutkan pada rentang usia 15-29 tahun jadi populasi terbesar di Indonesia abad ini. Yang kalau mau ditelaah, umur-umur segitu adalah mereka yang lahir di kisaran tahun 80-90an hingga 2000an awal. Generasi ini sering disebut sebagai generasi millenials, atau di lain sisi disebut juga sebagai generasi langgas. Mereka menjadi jajaran penting di lingkup demografi Indonesia. Kenapa?

Project mangkir setahun

Suatu hari kulihat postingan pemain basket favorit yaitu @raisa_9 yang pakai kaos 'hooping with hijab'. Artinya kira-kira begini; HOOPS= bola memantul, bisa diartikan dengan bola basket. // HOOPING WITH HIJAB= bermain basket dengan tetap memakai hijab. Kaos ini jadi gerakan beliau untuk memasifkan bahwa bermain basket dengan tetap memakai hijab itu baik. Keren. Tidak membatasi ruang gerak dan tetap berprestasi.

Aku jelas tertarik dengan kaos tersebut. Singkat cerita belilah online ke orangnya langsung. Terus aku pakai di salah satu kesempatan waktu mendampingi tim putra FIKes Unsoed di suatu turnamen di kampus. Waktu foto pakai kaos ini aku post di lini masa, salah satu teman langsung dm (direct message) via instagram. Doi bilang, "Kenapa kita ngga bikin project olahraga tetap mengenakan jilbab itu keren!!!" (iya itu pakai tanda seru banyak emang bawaan orangnya begitu)