Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Depresi.

Setelah nonton video Gita pas baru-barunya berita artis Korea bunuh diri itu, setelah pagi tadi ikut perawat puskesmas kunjungan rumah ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa), dan setelah suatu hari bersama perawat yang sama disodorin kertas blangko "tes kejiwaan"...aku ingin sangat ingin menuliskannya.

Perempuan menulis.

Siapa yang pernah nonton film Kartini?
Atau ngerti banget deh cerita tentang Raden Ajeng ini? Menurut kamu, kenapa beliau jadi pahlawan emansipasi wanita? Yah, semua orang bisa menjawab dengan alasan dia berani memerangi keterpurukan kaum perempuan pada masanya. Secara jaman Belanda dulu perempuan dianggap cukup untuk menganut prinsip kasur, sumur, dapur. Jadi nggak boleh kemana-mana, nggak boleh sekolah, nggak boleh ini itu, sampai nikah aja dipaksa. Tapi Kartini hadir dengan pemikirannya yang diluar ekspektasi pada saat itu, untuk memerdekakan kaumnya, demi kemaslahatan anak cucunya pula.
Lalu, pertanyaan selanjutnya muncul. Kita semua tau, bagaimana sejarah menceritakan keposesifan jaman dahulu terhadap perempuan seperti apa. Lalu strategi untuk mengentaskan keterpurukan hadir—yang kita kenal—dari keberanian Kartini. Apakah di jaman itu perempuan yang punya pemikiran dan keberanian hanya Kartini saja? Apakah di masa sebelum Kartini ada perempuan lain yang mencoba menembus batas ya…