Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

krisis kepercayaan diri

"Kita terlalu pintar untuk menjadi bodoh, tetapi kita terlalu bodoh untuk merasa pintar"

Pernah nggak sih ngerasa kalau masing-masing dari kita punya sesuatu? Dimana mau ada orang lain yang sadar atau enggak, sesuatu itu bisa sangat melekat dalam diri. Punya kekuatan ambisi, tidak selalu tinggi tapi tidak juga begitu rendah. Apa lagi kalau bukan kemampuan. Orang bisa sebut itu bakat. Atau ada yang lebih suka menyebutnya talenta. Bebas semua bisa bilang apa.

On social media

Hampir sekitar dua tahun terakhir ini secara tidak langsung aku menjadi pemerhati social media. Bukan karena sok jadi aktif dan eksis di dalamnya. Tapi lebih ke wise up gimana orang-orang sekarang punya efek yang luaaaarr biasa dari penggunaan akun-akun yang mereka punya. Ya, se-luar-biasa itu sampai huruf a-nya harus aku banyakin. Sampai kadang kita lagi ngapain aja bayangannya ah nanti update ini ah, ah nanti update itu ah. Dimana lagi bisa kita temukan orang yang kalau mau makan bukannya baca doa dulu tapi fotoin makanannya dulu? yang kalau pergi ke suatu tempat harus wajib 'ain mengumumkan kepada khalayak lewat update-an locationnya? yang kalau sedih dikit diomong, seneng dikit diomong, punya barang baru dipamerin, dan lain sebagainya.

Sebenarnya nggak ada yang salah dari kecenderungan manusia yang emang suka 'pengen dilihat'. Dari apa yang mereka share di akunnya tersebut mendapat pujian atau komentar yang sebenarnya amat sangat receh aja udah seneng. Kadang ada juga …

Navigasi

Senin yang ceritanya long weekend kemarin, aku dan bapake bertandang ke suatu tempat untuk tujuan tertentu. Ceritanya dapet kontak orang yang mau dituju di instagram nih. Yaudah aku hubungi lah dia. Setelah menceritakan maksud dan tujuan aku ingin berkunjung, si mbak yang menerima respon kontak memberikan infomasi arah ke alamat tujuan.
Ceritanya di bio instagram dia udah ada info lokasi. Tapi cuma nama kecamatannya doang. Kutanya, sebelah mananya ya mba? Beliau bilang, "kalau dari arah kota perempatan pasar belok kiri, mba. nanti ketemu pertigaan, belok kiri lagi. Lurus aja terus nanti mentok nah itu rumahnya pas mentok jalan. Namanya mas ini"
Oke, kita ikuti..