Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Curhatan itu bernama rindu

19.19
15/08/2013
Selamat bertemu lagi, Purwokerto. Baru dua minggu aku meninggalkanmu. Tapi rindu belum juga muncul. Ah, iya. Ini terlalu cepat. Meskipun tidak ingin telat.
Tapi ini sungguh terlalu cepat untuk rindu yang ada di rumah. Aku tak mengerti apa ini namanya. Harusnya perasaan ini ada saat aku jadi maba setahun silam. Tapi semua jadi keterbalikkan. Entahlah.
Entah hanya karena alasan tekanan yang ada sekarang atau apa.

Ramadhan

Setiap tahun, Ramadhan akan menjadi bulan yang penuh cerita. Tahun ini, selain ngga puasa full di rumah karena (terlanjur) bantu di acara ospek jurusan, isi cerita tentang lini keluarga dan hati masih jadi pilihan.

RANGKAIAN ACARA PERINGATAN HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA

Happy World No Tobacco Day! Bertepatan dengan adanya Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2013 kemarin, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman menggelar acara Diskusi Publik (30/5) dan Kampanye Anti Rokok, Penukaran rokok dengan pisang&pemutaran film dokumenter tentang bahaya rokok (31/5).

Julianne Patricia Thomson

This is Julianne P. Thomson. She comes from USA that was a member of AFS USA Exchange Student Programs. She was stay home at Mas Idok's since 7 month ago until Juny 2013 later. Btw, do you know how we begin a conversation? It's so make me appeared flat face. So here:
me: how was the trip? Julianne: wah bagus. bagus ya bisa bahasa inggris me: .... It was absurd but, it's okay. After that we still make a conversation with Indonesian language by her typical fluently. Hahaha
Anyway, I thank a lot to Jogja's fam (Mas Emer, Mba Arin, Arma, Isma, Adi, Ibu Ulya, Om) who was been attend our home for their destination long weekend. Don't be bored, yaa :)

Hardiknas

Selamat hari pendidikan nasional.
Semoga bukan hanya harinya saja yang di'selamat'kan, tapi pendidikannya sendiri pun. Setiap tahun saja kita begini. Mengucapkan selamat, merayakan, meng-upacara-i, lantas pada akhirnya menggembor-gemborkan bobrohnya itu semua sebagai wujud evaluasi. Tak pernah berhenti. Bahkan mau segimana lantangnya kita orasi atau segimananya aksi sepertinya Pak M. Nuh akan tetap bisa tidur nyenyak merajut mimpi.

Allah tidak akan memberimu kelebihan dan kekurangan atas dasar yang salah

Di rumah, sebagai anak kedua dari tiga, aku tidak merasa dipalingkan selama ini. Bukan cemburu atau melugu. Aku justru sangat menikmatinya. Ada yang lebih membahagiakan dari merasa dipunyai oleh Ayah yang super lucu dan tidak jarang seperti layaknya Mario Teguh di rumah, Ibu yang cantik dan baik serta pintar memasak, Kakak yang baiknya waktu kecil suka beliin aku kepompong dan gedenya bisa beliin aku sepatu, dan Adik yang--actually--lebih sering menyebalkan tapi ramenya ngangenin?

Times.

"Time is money" - entah siapa yang memulai menulis ini. Sebagaimana kita menghargai waktu, hanya sebanding dengan bagaimana kita menghargai hidup ketika kita sedang kere alias ngga punya duit sama sekali. Kutipan diatas tadi jelas kita hapal diluar kepala. Saking di luar kepalanya sampai hilang mengentah kemana perginya. Karena ada saja ditiap sepersekian detik suatu hari melaju sesuai iramanya, manusia-manusia di bumi ini mengeluh akan waktu yang kurang lantas memenjarakan prasangka baik akan rejeki yang dicukupkan.

Tulislah, maka semua akan tau.

Diluar sana ngga ada yang tau tentang kamu. Mereka ngga tau tentang kamu yang punya kebiasaan aneh di setiap pergi dan bangun tidur. Mereka ngga tau tentang kamu yang ngga suka kuning telur. Orang-orang kayak gitu ngga ngerti tentang kamu yang kalau minum yakult cuma mau segelnya dibuka seperempat senti. Orang-orang kayak gitu ngga ngerti tentang kamu yang enek kalau suruh minum susu putih. Mereka ngga tau tentang kamu yang ngga suka keju dimakan sendirian. Mereka ngga tau tentang kamu yang takut kodok. Orang-orang kayak gitu ngga ngerti tentang kamu yang susah tidur kalau ngga ada guling. Orang-orang kayak gitu ngga ngerti kalau makan nasi sama buncis plus kecap itu enak. Mereka ngga tau tentang kenapa kamu tetep aja makan pedes disaat dokter udah kasih rambu-rambu tentang itu. Mereka ngga tau tentang apa isi dibalik alasan tarikan bibirmu hari ini. Orang-orang kayak gitu ngga ngerti sakit di perutmu. Orang-orang kayak gitu tuh ngga ngerti apa-apa.. sampai kamu menuliskannya. Tuliska…

atmosfer ke-akademik-an

Akhir Agustus 2012
Atmosfer rumah akhir-akhir ini sedang begitu hangat akan suasana ke-akademik-kan. Dari Ibu yang sibuk mempersiapkan ujian tesisnya besok, Mba Ela—my old sista—yang kurang dari seminggu lagi akan diwisuda sebagai Sarjana Pendidikan, dan aku sendiri yang tinggal menghitung hari juga untuk menuju ospek universitas. Sungguh nikmat  yang luar biasa. Terlebih bagi Ayah, tiga wanitanya seperti membawa selaksa angin semilir di telinga. Tapi beliau juga ngendika bahwa ini juga cobaan.