Langsung ke konten utama

Pos

krisis kepercayaan diri

"Kita terlalu pintar untuk menjadi bodoh, tetapi kita terlalu bodoh untuk merasa pintar"

Pernah nggak sih ngerasa kalau masing-masing dari kita punya sesuatu? Dimana mau ada orang lain yang sadar atau enggak, sesuatu itu bisa sangat melekat dalam diri. Punya kekuatan ambisi, tidak selalu tinggi tapi tidak juga begitu rendah. Apa lagi kalau bukan kemampuan. Orang bisa sebut itu bakat. Atau ada yang lebih suka menyebutnya talenta. Bebas semua bisa bilang apa.

Pos terbaru

On social media

Hampir sekitar dua tahun terakhir ini secara tidak langsung aku menjadi pemerhati social media. Bukan karena sok jadi aktif dan eksis di dalamnya. Tapi lebih ke wise up gimana orang-orang sekarang punya efek yang luaaaarr biasa dari penggunaan akun-akun yang mereka punya. Ya, se-luar-biasa itu sampai huruf a-nya harus aku banyakin. Sampai kadang kita lagi ngapain aja bayangannya ah nanti update ini ah, ah nanti update itu ah. Dimana lagi bisa kita temukan orang yang kalau mau makan bukannya baca doa dulu tapi fotoin makanannya dulu? yang kalau pergi ke suatu tempat harus wajib 'ain mengumumkan kepada khalayak lewat update-an locationnya? yang kalau sedih dikit diomong, seneng dikit diomong, punya barang baru dipamerin, dan lain sebagainya.

Sebenarnya nggak ada yang salah dari kecenderungan manusia yang emang suka 'pengen dilihat'. Dari apa yang mereka share di akunnya tersebut mendapat pujian atau komentar yang sebenarnya amat sangat receh aja udah seneng. Kadang ada juga …

Navigasi

Senin yang ceritanya long weekend kemarin, aku dan bapake bertandang ke suatu tempat untuk tujuan tertentu. Ceritanya dapet kontak orang yang mau dituju di instagram nih. Yaudah aku hubungi lah dia. Setelah menceritakan maksud dan tujuan aku ingin berkunjung, si mbak yang menerima respon kontak memberikan infomasi arah ke alamat tujuan.
Ceritanya di bio instagram dia udah ada info lokasi. Tapi cuma nama kecamatannya doang. Kutanya, sebelah mananya ya mba? Beliau bilang, "kalau dari arah kota perempatan pasar belok kiri, mba. nanti ketemu pertigaan, belok kiri lagi. Lurus aja terus nanti mentok nah itu rumahnya pas mentok jalan. Namanya mas ini"
Oke, kita ikuti..

Macan keluar kandang

Sebagai pengingat diri sendiri, dan untuk semua orang yang mengalami hal serupa.

Selamat datang pada kenyataan baru. Dimana kamu yang seorang pemimpi, petualang, pemikir keras tapi hati tak sekuat batu karas, harus berhadapan dengan dorongan untuk menepikan mimpi, meminimalkan tantangan, lebih dipacu untuk berpikir keras dengan hati yang terus memaksa menjadi-jadi sekuat batu karas.

perantara takdir

Pernah tidak merenungkan, bahwa, setiap dari kita adalah perantara takdir orang lain. Setiap hal yang kita lakukan bersama orang lain, melibatkan orang lain, berpengaruh pada yang lain bisa memunculkan suatu perkara yang bisa sangat terkenang. Sesederhana tukang parkir yang membantu menyebrangkan atau pedagang bakpao keliling yang menjadikan kita sedikit terlambat berangkat ke kantor karena kehadirannya menggoda iman indera pengecap. Setiap hal yang datang di sela-sela waktu tidak jarang buat kita jadi banyak bicara. Tentang menjadi terlambat, tentang repot mencari receh untuk membayar parkir, sampai tentang tidak memikirkan hal-hal dibalik itu.

Penegur

Sebagian besar dari kita akan selalu baru menyadari suatu hal itu baik ketika di akhir masa. Seperti halnya diingatkan untuk hati-hati ketika jalan, awalnya kita anggap basa-basi. Tapi ketika kita meremehkan itu, datanglah imbasnya. Bisa jatuh atau tersandung. Padahal sudah diingatkan secara baik-baik untuk hati-hati.

Seperti halnya diingatkan untuk mengerjakan suatu tugas tepat pada waktunya. Sering dari kita menganggap remeh dengan bergumam, "ah nanti saja". Padahal, sudah diingatkan untuk tidak menunda. Baru sadar tidak baiknya ketika di akhir waktu habis, semua serba sulit. Tugas menumpuk, istirahat kurang, terlebih tidak ada yang menemani. Yha.

Dan jika sekarang kau berada di sisi seseorang yang hobi menegur kebaikan, semenyebalkan apapun cara dia menyampaikan teguran itu, dengarkan. Karena pada dasarnya, memang orang lain yang berperan 'melihat' kita. Diri kita sendiri montirnya. Montir tidak akan bisa berjalan tanpa tau arah dan, terkadang, perlu navigator.

Ma…

Silaturahmi

Seminggu yang lalu dapet undangan (ajakan doang sih lebih tepatnya hehehe) untuk dateng ke acara Kemah Bakti ISMKMI Daerah Jawa Tengah. Kebetulan tahun ini kampus sendiri yang jadi tuan rumah. Wah ngene iki! Kebetulan juga lagi kangeeen banget sama (mantan) kota perantauan. Selain berniat memenuhi undangan, eh, ajakan, niat lain adalah melepas rindu dengan menyinggahi beberapa hal yang membekas dan harus didatangi. Aslinya ya maksudnya main-main. Hahaha. Pun pas lagi bisa ijin kerja. Padahal sih ijin karena masih abis sakit :(