Langsung ke konten utama

Transisi

Ada yang hilang ya dari laman ini? Tenang, nggak sepenuhnya hilang kok. Hanya sengaja dihijrahkan ke 'rumah' yang lebih nyaman, yang sekiranya atap dan dinding serta teman-temannya lebih linier aja. Jadi, kemanakah perginya puisi-puisi dan cerita fiksi disini?

Yap. Almost all of fiction and poem in this blog was hijrah ke sini. Kenapa? Karena aku pengen bikin transisi dari kebiasaan nulis aku. Kalau tadinya satu blog ini jadi rumah semua jenis tulisan baik itu seneng, sedih, galau, idealis, dan lain sebagainya itu, sekarang agar terkesan lebih rapi dan mood yang tidak berbolak-balik maka diciptakanlah laman baru untuk jenis tulisan yang berbeda.

Anyway, disini nantinya kalian hanya akan menemukan tulisan-tulisan macam cerita sehari-hari atau sekedar my thought about anything. Tidak menutup kemungkinan juga, sih, disini tetap ada cengeng-cengengnya. Hahaha. Teteup. Yeah somehow, your life wasn't always too nice everyday, isn't it?

Berkomentarlah sesuka hati kalian disini. Hasil tulisan selalu punya tempat untuk dapat feedback. Apalagi dengan dallil kebebasan berpendapat. Lebih dianjurkan lagi pendapat yang punya manfaat, berfaedah dan tidak merugikan orang lain :)

Terima kasih untuk yang sudah mau mampir. Tulisanku ngga ada apa-apanya dan aku bukan siapa-siapa. Hanya yang aku tau berbagi pengalaman bisa jadi hal yang luar biasa. Terima kasih sekali lagi, dan selamat menikmati hari!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngeluh sama kerjaan?

Saat itu di suatu pagi dimana aku dapet panggilan wawancara di salah satu kantor cabang BUMN di kota perantauan waktu kuliah, banyak hal yang aku yakini itu skenario epic dari Allah terjadi. Jadwal wawancara jam 10 pagi. Karena waktu tempuh yang lumayan, aku berangkat dari rumah jam 7.30. Jelas sesampai di kota tujuan waktu untuk tiba di kantor masih longgar sekali. Setelah menyelesaikan urusan kekurangan pritilan berkas yang harus dibawa, aku mampir ke satu masjid favorit jaman kuliah. Masih jam 9 kurang sekian menit ketika setelah mengambil air wudhu aku masuk ke pintu jamaah putri. Ada sekitar 3 orang perempuan di dalam. Salah satunya ada di dekat tempatku sholat, sedang melantunkan ayat suci. Ketika selesai ritual dhuha, aku mundur menyenderkan bahu ke tembok belakang. Sambil membenarkan posisi kerudung, mbak-mbak yang baru saja selesai ngaji itu menyapaku, "Kerja dimana mba?".

social influence

Baru baru ini ada project kantor yang dimana aku punya posisi sebagai penanggung jawab. Ngeri. Horor. Lebih horornya lagi aku sempat merasa minder dan grogi karena teman-teman di Puskesmas lain sudah mengeksekusi program ini. Merasa sendirian karena mengira aku doang yang belum berhasil melaksanakan. Tapi ternyata aku nggak sepenuhnya harus merasa minder karena beberapa teman justru nyeletuk, "nggon aku yo rung dioprak-oprak dadi yo sante wae (tempat aku belum disuruh jadi ya santai aja)"
Alhamdulillah, setelah melewati tetek bengek perurusan anggaran yang harus pakai miskom segala, setelah proses perekrutan member yang naik turun bikin mood ilang-ilangan, sampai juga di bulan penentuan program ini harus jalan.
Sebenernya program apaan sih?

Kapan?

Kapan wisuda?
Banyak yang nanyain, dan akan aku jawab. H-1 wisuda nih!
Bagaimana perasaannya? Tanpa dipungkiri ternyata biasa aja hahaha. Awalnya aku sendiri mengira, semakin mendekati hari H pasti akan semakin tidak sabar untuk pakai toga dan masuk graha. Nyatanya semakin banyak yang diurus, semakin banyak yang difikirkan, Semakin mendekati hari H malah semakin belom pengen lepas dari kampus ;(